Sunday, 29 April 2018

Belajar membuat wayang di hari dongeng



Taukah kamu bahwa dongeng itu banyak manfaatnya, terutama untuk anak-anak?
Salah satunya adalah mengembangkan imajinasi, meningkatkan ketrampilan berbahasa, membentukan kecerdasan emosi, kemampuan berempati dan masih banyak lagi.
Panggung Dongeng


Hari ini visit Buki bersama adik-adik Missil bertepatan dengan peringatan Hari Dongeng Internasional. Ya, setiap tanggal 20 Maret diperingati sebagai hari dongeng sedunia. Hayo siapa yang tidak suka mendengarkan dongeng? Apa dongeng favorit mu? Jadi hari ini adik-adik Missil akan belajar membuat ‘wayang’ yang nantinya akan digunakan sebagai properti untuk pertunjukkan dongeng. Oya ada yang berbeda loh dengan visit kita hari ini, kalau biasanya kita belajar di bawah kolong jembatan 3 hari ini kita akan belajar di aula RPTRA Darma suci.

Mengulas sedikit tentang tempat ini, ini adalah ruang terbuka ramah anak. Menurut saya fasilitas publik yang baru diresmikan oleh Pak Ahok pada tahun 2016 ini cukup menarik. Bagaimana tidak, dengan adanya tempat ini anak-anak punya tempat bermain, tempat mengekspresikan diri. Tempat yang saya sebut taman ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pedukung seperti, lapangan untuk bermain sepak bola, ayunan, prosotan dan berbagai sarana bermain yang lain, juga ada aula sebagai pusat kegiatan, ada toilet, ruang perpustakaan dengan beberapa koleksi bukunya, tempat sampah juga koperasi yang dikelola oleh ibu-ibu disini. Tempat ini bersih dan tertata rapi, mungkin karena masih baru. Tapi semoga akan tetap bersih dan terjaga seperti ini ya.  

Acara visit hari ini dimulai jam 1 siang, kenapa siang? Karena pagi harinya adik-adik belajar bersama Kak Fitri dan kakak-kakak pendamping. Setelah berdoa dan berkenalan, selanjutnya adik-adik diajak untuk membaca buku bersama-sama. Hari ini Buku Berkaki membawakan 50 buku koleksinya yang akan ditukarkan dengan buku-buku yang sudah selesai dibaca oleh adik-adik disini. Sekitar 5 menit adik-adik asyik membaca bersama kakak krucil. Ada buku dongeng yang penuh gambar dan warna, buku ensiklopedia yang isinya menggugah rasa inin tau kita dan banyak lagi buku-buku menarik lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Saya dan Kak kadek bertugas sebagai MC dadakan nih, hehe


Membaca buku bersama


Karena tema kita hari ini adalah Hari Dongeng, jadi pembagian kelompok pun kita lakukan dengan cara mendongeng. Secara spontan saya mengarang cerita tentang seorang anak perempuan yang bernama Putri yang sedang berjalan-jalan ke kebun binatang bersama keluarganya. Cara bermainnya cukup mudah, pertama kita semua (adik-adik dan kakak volunteer) membuat lingkaran besar. Kemudian secara spontan akan membentuk kelompok sesuai dengan jumlah binatang yang disebutkan oleh Putri, misal “Putri melihat 5 ekor gajah di kebun binatang” maka anak-anak harus membuat kelompok yan beranggotakan 5 orang. Adik-adik seru berlarian mencari kelompok, saling tarik-menarik dan bergandengan tangan. Hingga akhirnya terbentuklah 5 kelompok yang masing-masing beranggotakan 6-7 orang, yaitu kelompok Bunga, Bulan, Matahari, Pelangi, Cemara dan Bintang.


Kelompok Bunga


Kelompok Cemara mau buat apa ya?


Setelah itu, masing-masing kelompok akan duduk melingkar dan tentu harus membuat yel-yel kelompok ya. Kemudian dibagikan 1 buku cerita kepada masing-masing kelompok beserta perlengkapan membuat wayang, seperti kertas warna, stik es cream, lem, mata-mata bonekah, gunting, crayon, spidol warna dll. Masing-masing kelompok harus membuat wayang tokoh yang ada di cerita tersebut yang kemudian nantinya akan dipentaskan di depan teman-teman yang lain. Setelah 45 menit berlangsung, masing-masing kelompok telah menyelesaikan wayang dan siap mementaskan dongengnya di panggung secara bergantian.







Berbagai ceritapun mereka tampilkan, ekspresi lucu dan polos saat mendongeng membuat kita yang menyaksikan turut bergembira. Ah rasanya bukan cuman anak-anak ya yang gemar mendengarkan dongeng, bahkan kita yang sudah dewasapun tetap menyukainya.

Kelima kelompok telah menampilkan dongeng dengan sangat bagus, dan kelompok cemara dengan cerita Timun Mas adalah kelompok dengan penampilan yang terbaik. Horeee!

Penampilan terbaik dari Kelompok Timun Mas

Acara kemudian dilanjutkan dengan kuis dan games, adik-adik antusias untuk menjawab kuisnya dan bahkan sampai berebutan. Wah sudah sore tapi masih semangat semuanya! Kemudian acara ditutup dengan membaca doa bersama, pembagian snack dan tidak lupa berfoto bersama wayang kesayangan kita hari ini.

Seru nya hari ini! Ah semoga hari ini menyenangkan ya adik-adik, menambah semangat dalam belajar dan tidak lupa, semoga bisa menumbuhkan kecintaan kita pada buku, sehingga semakin banyak anak yang gemar membaca. Kenapa sih kak, kita harus rajin membaca buku? Karena, meskipun dunia kita sekarang serba mudah, tinggal klik di genggaman dan semua sudah bisa kita dapatkan, tapi satu yang perlu diingat, bahwa buku adalah jendela dunia, sumber ilmu pengetahuan. Dari buku kita bisa tau apapun, bisa menjelajah dunia dan bisa melakukan banyak hal lainnya. Jadi jangan malas membaca buku ya!

---

Selamat hari dongeng. Tidak ada kata terlalu tua untuk mendengarkan dongeng kok! Karena banyak hal baik yang bisa kita dapat dari mendongeng dan mendengarkan dongeng, jadi yuk kita (belajar) mendongeng! 

Wednesday, 18 April 2018

Satu hari berbagi di Kandank Jurank Doank


Alhamdulillah, another  productive weekend bisa terwujud di akhir pekan kemarin. Hari Minggu 15 April 2018, saya berkesempatan untuk ikut acara Outdoor Fun Day bersama 30 adik-adik dari Yayasan Asrama Cinta Yatim Pondok Aren Tangsel.  

Bersama Om Dik Doank 

Awalnya saya lihat ada teman yang posting tentang acara di instagramnya, karena lokasinya dekat dengan kost dan acaranya juga ‘terlihat’ menarik, akhirnya saya memutuskan untuk daftar dan Alhamdulillah kemudian diberi kesempatan untuk ikut bergabung bersama 17 kakak pendamping (volunteer) yang lain. Yeay!

Kami berkumpul di lokasi kira-kira jam 7 pagi. Bagi saya pribadi, ini adalah kali pertama ke Kandank Jurank Doank (yang disingkat : KJD). Kesan pertama yang saya rasakan adalah lingkungans, sangat sejuk dan alami, tenang serta nyaman, dan suasana pagi ini semakin syahdu karena sayup-sayup terdengar suara petikan gitar dan nyanyian dari Om Dik. Wahh... jatuh cinta pada pandangan pertama inimah namanya, hehe

Sambil menunggu adik-adiknya datang, tim panitia dan kakak pendamping melakukan briefing dan kenalan singkat. Banyak teman baru, Hore!


Adik-adik dari Yayasan Asrama Cinta Yatim

Bernyanyi bersama Om Dik Doank 

Pembagian nametag oleh kak Alin 

Kegiatan pertama adalah Fun Opening bersama Kak Iwan dari tim acara KJD. Pembukaan dilakukan di Setling Doank (Setengah Lingkaran), yaitu tempat mirip gladiator dengan latar pemandangannya berupa pohon dan sawah yang hijau. Diaini Kak Iwan juga menjelaskan makna dibalik nama Kandank Jurank Doank ini, kira-kira ada yang tau nggak ya apa maknanya? 

Fun Opening bersama Kak Iwan dari tim KJD 

Semangat pagi!

Kandank, artinya “bebas” (tidak terkekang/terkurung seperti kandang ya), jadi siapa saja boleh bermain dan belajar di tempat ini tanpa membeda-bedakan. Sedangkan Jurank artinya “pemisah/batas”, jadi tidak ada pemisah atau batas untuk belajar dan bermain di tempat ini, dan yang terakhir adalah Doank, ini adalah brand dari Om “Dik Doank” yang makna lainnya Do’a (Doank). Wah, ternyata maknanya dalem ya hihi Selain itu juga dijelaskan tentang paket outbond dan sekolah gratis yang ada disini.


Setelah kegiatan pembukaan bersama tim acara dari KJD dan penjelasan singkat dari Kak Alin yang merupakan perwakilan dari Satu Hari Berbagi, acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Fun Teaching bersama kakak-kakak pendamping. Sebelumnya telah dibagi 6 kelompok belajar dengan tema yang berbeda-beda, oya masing-masing kelompok terdiri dari 5 adik  dan 3 kakak pendamping. Kelomok 1 : Bahasa Inggris, Kelompok 2 : Kebersihan dan kesehatan, Kelompok 3 : Toleransi, tata krama dan tanggung jawab, Kelompok 4 : Kewarganegaraan, Kelompok 5 : Prakarya 3R dan Kelompok 6 : Cita-cita dan profesi 



Kakak pendamping kelompok

Saya kelompok berapa ya kira-kira?  Bersama dengan Kak Popi dan Kak Silvi, kami bertiga mendapat amanah untuk menjadi kakak pendamping di kelompok 5. Tema untuk Kelompok 5 adalah prakarya yang berasal dari 3R. Kegiatan dimulai dengan penjelasan tentang 3R, Hayo apa itu 3R?

Yup! Reduce : Mengurangi penggunaan bahan-bahan yang dapat menimbulkan sampah, contohnya kita dapat membawa botol air agar mengurangi konsumsi AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), karena kita semua tau bahwa sampah botol plastik bekas air minum itu susah terurai. R yang kedua adalah Reuse, yaitu menggunakan kembali barang bekas/sampah untuk fungsi yang sama ataupun berbeda, contohnya adalah menjadikan botol bekas air minum sebagai pot bunga. Dan R yang terakhir adalah Recycle, artinya mendaur-ulang sampah menjadi produk baru yang bernilai, contohnya adalah daur ulang kertas dan pembuatan pupuk kompos.
Kelomok 5 bersama Kak Popi dan Kak Silvi

Media pembelajaran berupa kertas bekas, untuk mencontohkan tentang praktik reuse yang dapat kita lakukan dalam kehiduan sehari-hari. Prakarya yang dibuat hari ini yaitu memanfaatkan gulungan tissu untuk membuat tempat pensil. Bahan-bahan yang digunakan adalah gulungan tissu, lem, kardus bekas, gunting dan tidak lupa pensil warna/spidol warna untuk menghias sesuai kreatifitas masing-masing.

Kelompok lain sedang belajar apa ya ini? 

Belajar bahasa Inggris!

Kelompok ini mau belajar apa ya?


Kegiatan dilanjutkan dengan Fun Outbond yang dipandu langsung oleh Kak Iwan dan kakak-kakak dari tim KJD. Outbond pertama dimulai dengan bermain flyingfox, dari atas bukit menuju area outbond di bawah dengan lintasan berupa kolam air. Adik-adik bergantian memasang alat pengamannya, dan menaiki tangga menunggu giliran “meluncur”, ekpresi ketakutan, cemas, dan deg degan tergambar jelas diwajah adik-adik. Banyak yang bilang bahwa ini adalah pengalaman pertamanya bermain flyingfox di alam terbuka seperti hari ini. Selain adik-adik, tidak ketinggaln kakak pendamping dan panitia ikut mencoba permainan ini. Banyak yang deg-degan dan mendarat dengan tidak selamat loh! (read : basah karena tercebur di kolam). Duh kakak nya lebih heboh ini mah! hehe

Persiapan flying-fox!

Takut sih tapi seru!

Mendarat di kolam seru nih hehe



Setelah semua peserta meluncur menggunakan flyingfox, kegiatan dilanjutkan dengan menangkap ikan di kolam ikan secara berkelompok. Riuh suara adik-adik berebut ikan menambah semarak hari ini. Alhamdulillah, bahagia cukup sederhana ya, sesederhana berlarian dan berebut menangkap ikan seperti ini. Basah pun tidak masalah ya dik?  hehe

Ikan, dimana kau ikan? hehe

Outbond selanjutnya adalah naik perahu kampret, mengelilingi kolam air yang dangkal ini. Setiap perahu diisi oleh satu kelompok yang didampingi oleh kakak pendamping. Masing-masing kelompok mulai mendayung mengelilingi kolam air, tidak semuanya mulus, ada yang hanya muter-muter, ada yang bertabrakan bahkan tidak sedikit yang terjebur karena perahu terbalik. Tapi poin pentingnya adalah adik-adik akan belajar tentang betapa pentingnya kerjasama, saling tolong-menolong untuk mencapai tujuan.
Bahagianya naik perahu kampret!

Dayung..Dayung...

Sekalian main air ya kak? hehe

Nah mumpung sudah sekalian basah, rangkaian acara outbond dilanjutkan dengan menanam padi di sawah. Sebelum turun ke sawah, terlebih dahulu dijelaskan oleh petani setempat mengenai cara menanam padi,  pada umurberapa  padi siap panen hngga mengapa kita perlu menghargai setiap butir nasi yang terhidangdi iring kita, dan menghargai kerja keras petani yang telah menanan padi. Dari kegiatan ini diharapkan, adik-adik bisa selalu bersyukur, menghargai proses dan kerja keras untuk sebuah pencapaian/cita-citanya. Setelah penjelasan, kemudian semua adik-adik dan kakak pendamping bergantian masuk ke sawah untuk mrnanam padinya. Tidak semudah yang terlihat ternyata, bebrapa bahkan sampai terjatuh di dalam lumpur karena susah bergerak. Wah seru sekali, kurang kebo nya aja nih! hehe

Tandur : Ditata karo mundur (Bahasa Jawa)

Semangat main lumpur ya dik? hehe

Ayo kak semangat! Jangan mau kalah sama lumpur

Setelah bersih-bersih badan dari lumpur, acara dilanjutkan dengan Team Building bersama Kak Iwan dan tim KJD, games kelompok antara santri laki-laki dengan satri perempuan telah disipkan oleh kakak-kakak. Nama permainannya adalah suit Samson. Serta permainan adu ketangkasan. Kedua permainan seru ini bertujuan untuk membentuk kekompakan dan kerjasama anatar kelompok, oya akhirnya kedua permainan ini dimenangkan oleh kelompok perempuan. Yeay! Hadiahnya tambahan uang untuk tim ciwi-ciwi hehe

Masih semangat kak?

Cucok cyin? hehe

Samsonwati ya ini? :)

Seru sekali rangkaian outdoor hari ini, hingga tidak terasa telah memasuki waktu sholat dzuhur, jadi acara kemudian dilanjutkan dengan bersih-bersih, mandi dan ishoma.

Setelah semua berganti pakainan dan sholat, kami berkumpul membentuk lingkaran besar untuk kemudian makan siang bersama yang diiringi dengan petikan gitar dan nyanyian merdu dari Om Dik Doank loh! Duh makan siang dibawah pohon dengan angin sepoi-sepoi dan kicauan burung serta alunan suara gitar, sungguh nikmat! Alhamdulillah!
Dress-Up our Queen!

Apakah keseruan hari ini sudah selesai sampai disini? Tentu tidak! Setelah makan , acara dilanjutkan dengan games penutup yaitu Drees-up Our King and Queen. Kelompok dibagi menjadi 2, tim perempuan/Queen dan laki-laki/King. Masing masing kelompok dimodali dengan beberapa lembar koran gunting dan isolatip, dalam waktu 10 menit kita harus membuat kostum untuk King dan Queen tentu dengan syarat semua koran harus habis digunakan tanpa tersisa, Sekreatif mungkin ya. Dan begnilah hasilnya , taraa....


Raja Ampat dan Queenciraaan 


Dan hujan datang tiba-tiba, mengguyur KJD dengan lebatnya. Alhamdulillah! Eh meskipun hujan tapi tidak menyurutkan semangat adik-adik loh! Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan pembagian donasi, serta sayonaraaaa.... Sampai berjumpa lagi adik-adik hebat dan kakak-kakak, semoga acara hari ini membawa keberkahan untuk kita semua! Terimakasih untuk kesempatannya belajar, ya sungguh bukan hanya adik-adik yang belajar dari kami tapi justru kami yang belajar banyak dari semangat dan kegigihannya belajar terutama belajar agama. Malu euy sama adik-adiknya yang hafalan Al-Qurannya sudah luar biasa! 

Sayonara adik sholeh-sholehah 

Sampai ketemu dilain kesempatan kakak hebat


Tambahan :

Kejutan diakhir acara, Om Dik Doank mengajak kia semua untuk menonton konser musik beliau di studio atas. Yeay, Alhamdulillah!



---

*Semua foto diambil dari dokumentasi Tim Satu Hari Berbagi*

Friday, 13 April 2018

HATICE GALLERY

Poly Cotton Scarf by Hatice

Dewantari Putri in Poly Cotton Scarf by Hatice

Zerlinda Zuhdi in Poly Cotton Scarf by Hatice

Polycotton is a fabric made from a blend of polyester and cotton, popularly combined to make clothing, bed sheets and pillowcases. It is a very thin and lightweight fabric which combines the soft and moisture absorbing properties of cotton with the durable and easy or non-iron properties of polyester. (googleweblight.com) 

Monday, 2 April 2018

Cerita liburan di penghujung tahun 2017


Gunung Beruk – adalah salah satu destinasi wisata alam yang cukup ‘kekinian’ di Kabupaten Ponorogo sejak akhir tahun 2015 kemarin. Lokasinya terletak di desa Karang Patihan Kecamatan Balong, desa ini dulunya lebih dikenal dengan sebutan “Kampung Idiot”, karena sebagian penduduknya adalah penyandang Tuna Grahita. Jadi apa yang menarik dari desa yang disebut 'tertinggal' ini? 

Tempat ini cukup dekat dengan rumah saya di Desa Pandak, kira-kira 15 menit lah. Untuk akses menuju lokasi sebenarnya sangat mudah, dari Ponorogo menuju arah Pacitan kemudian dari perempatan Balong (Pasar Balong) ke kanan menuju arah Desa Karang Patihan, setelah sampai di perempatan Karang Patihan kemudian belok ke arah kiri dan selanjutnya hanya perlu mengikuti petunjuk jalan yang ada di sebelah kanan. Jalan menuju ke lokasi juga sudah beraspal dan juga dilengkapi dengan area parkir yang cukup luas. 

Awalnya menurut beberapa sumber, tempat wisata ini diinisiasi oleh sekelompok mahasiswa UGM yang sedang  menjalankan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Karang Patihan. Ide awalnya, ingin 'meninggalkan' kenang-kenangan yang bermanfaat untuk penduduk setempat. Nah, pada saat itu wisata alam dengan spot yang instagram-able mulai marak di berbagai daerah, seiring dengan bertambahnya kepopuleran media sosial terutama dikalangan anak muda. Dan semua pasti tau ya rumah pohon hits yang ada di Jogjakarta, nah kemungkinan niat awalnya ingin membuat tempat wisata yang seperti di Jogja tersebut. Terlebih lagi pemandangan alam di Gunung Beruk (atau lebih tepatnya ini adalah bukit ya) yang sangat mempesona.

Dengan dukungan dari Kepala Desa, pemuda (Karang Taruna), masyarakat setempat serta sosial media yang begitu luar biasa, lokasi ini pun menjadi salah satu destinasi wisata ‘hits’ yang selalu ramai dikunjungi oleh wistawan, terutama anak muda yang ingin berfoto dan mengunggahnya di media sosial. Demi sebuah eksistensi ya? hehe Tapi berkat kepiawaian memanfaatkan pasar dan momentum inilah, Gunung Beruk menjadi begitu populer. 

Awal tahun 2016 saya pernah kesana, satu-satunya icon di tempat ini adalah rumah pohon ini. Dengan latar pemandangan hijau khas pegunungan, spot ini memang cukup instagram-able ya hehe.



Rumah Pohon pertama, awal tahun 2016

Dan setelah hampir 2 tahun berselang, inovasi selalu dilakukan oleh pengelola tempat wisata ini. Mulai dari adanya penunjuk jalan yang lebih jelas, akses parkir yang lebih nyaman, disediakannya tempat/lapak untuk pedagang yang rapi dan tertata, mushola, toilet , perpustakaan, panggung utama, dan yang paling penting adalah spot-spot foto baru yang sangat beragam dan pasti instagram-able ini. Nah, inilah yang membuat Gunung Beruk tetap mendapatkan 'panggung' di hati wisatawan, kreatifitas dan inovasi membuktikan bahwa sifat tidak mudah puas dan selalu berusaha untuk memperbaiki diri, meng-upgrade diri lah ya bahasa kerennya adalah kunci dari langgengnya sebuah usaha, bukan hanya memanfaatkan momen. Tapi bagaimana menjaga nyala api agar tetap berkobar, benar bukan? hehe

Spot foto baru - Rumah akar? hehe



Landmark : MT Beruk 


Ngeteh cantik di atas awan, siapa mau ikut?

Nah kalau dulu hanya ada rumah pohon yang jadi spot foto favorit, sekarang ada nih ala-ala bunga matahari di atas awan gitu, hehe Eh tapi jangan salah, perlu skill pengambilan angel foto yang tepat ya agar spot ini makin instagram-able. (Mohon maaf untuk foto-foto disini yang kurang ciamik ini, tukang jepret amatiran hehe) 

Negeri di atas awan?

Oya selain berbagai spot foto baru yang instagram-able di atas, berbagai jajanan khas seperti Nasi Goreng Tiwu dan Kicak juga juga Es Cao dan Es kelapa Ijo yang menyegarkan wajib dicoba ya kalau berkunjung ke sini. Sayangnya saya lupa mengambil foto, terlanjur laper hehe Dan satu lagi yang tidak kalah penting, masyarakat disini sangat ramah dan murah senyum ya. Kita akan bertemu dengan banyak penduduk yang sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya dan beberapa yang berkebun di area wisata ini. Back to nature lah ya inimah, interaksi dengan alam dan masyarakat sekitar. 

Jadi gimana? Tertarik untuk berkunjung ke Gunung Beruk? 

---

Semoga tempat wisata ‘kekinian’ ini bisa menjadi salah satu sumber mata pencaharian untuk masyarakat sekitar, yang akan membawa lebih banyak manfaat untuk masyarakat. Bukan hanya sekedar ‘eksploitasi’ alam berkedok pariwisata, tetapi bagaimana bersama-sama menjaga dan melestarikan alam agar bukan hanya kita yang bisa menikmati keindahannya, tetapi kelak generasi-generasi setelah kita juga tetap bisa melihat indahnya Gunung Beruk di pelosok Kota Reog ini. 

Selamat berwisata :)

Wednesday, 21 March 2018

Calon menantu idaman?


"Kalo nyari istri itu harus yang pinter ya, sarjana lah setidaknya sama kaya kamu”

Biasanya seorang ibu akan berpesan seperti itu kepada anak laki-lakinya yang beranjak dewasa, kira-kira kenapa ya harus nyari calon istri yang 'pintar'? 

life.idntimes.com

Kenapa perempuan harus berpendidikan dan berwawasan luas?

Sebelum membahas lebih jauh, saya ganti ya kata 'pintar' menjadi berpendidikan dan berwawasan luas. Karena 'pintar' umumnya hanya merujuk pada kemamuan akademis/nilai saja, sedangkan yang dimaksud oleh calon ibu mertua lebih dari itu ya. hehe

Sebenarnya kalau menurut saya pribadi, poin pentingnya bukan terletak pada seberapa tinggi ‘gelar’ yang dimiliki, tetapi pada seberapa luas wawasannya. Namun karena biasanya pengetahuan dan wawasan akan berbanding lurus dengan tingkat pendidikan, jadi di masyarakat kita kan lebih umum jika dinilai dari tingkat pendidikannya, benar tidak?

Tingkat pendidikan memang penting, tapi bukan berarti jika seorang perempuan lulusan SMA akan selalu 'kurang baik' dari pada mereka yang sarjana, bukan begitu ya. Misalnya perempuan yang SMA tersebut mempunyai kemauan dan kesempatan untuk memperluas pengetahuannya bukan tidak mungkin dia justru lebih unggul dari yang sarjana. Jadi intinya jangan berhenti untuk meng-upgrade diri ya girls :)
   
Balik lagi, kenapa perempuan itu harus berwawasan luas. Salah satu alasan pentingnya adalah bahwa ibu akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya, akan menjadi manusia yang seperti apa nantinya si anak itu semua bergantung pada pola pengasuhan orang tua, karena keluarga adalah pondasi bagi anak. Selain itu, menjadi seorang ibu sejatinya harus tau semua hal. Ibu harus bisa menjadi manager keuangan keluarga, menjadi guru untuk anak-anaknya, menjadi chef yang handal bahkan harus menjadi dokter ketika anak-anaknya sakit. Oleh karena itu, menjadi ibu perlu menguasai berbagai disiplin ilmu, kebayang kan kalau perempuan tidak berwawasan yang luas?

Terlebih di era digital dan tanpa batas seperti sekarang ini, jika kita terlalu tertinggal maka kita yang akan ditinggalkan dunia. Selain itu, juga harus bisa menyaring berbagai informasi yang sekarang sangat mudah diakses, agar bisa memilah mana berita yang bermanfaat dan mana yang hoax. Agar menjadi perempuan yang tidak hanya melek teknologi tetapi juga bijak menggunakannya. Dan satu lagi, sebagai istri seorang perempuan juga harus bisa mejadi 'teman diskusi' yang nyambung buat suaminya, dari urusan pekerjaan  hingga isu-isu terupdate. Nggak mau kan suami mencari teman 'diskusi' yang lain hanya karena istrinya nggak nyambung diajak ngobrol?


Tentang perempuan (Ibu) yang bekerja

Bahasan klasik yang selalu menarik untuk diperdebatkan, hmmm ya debat kusir sih lebih tepatnya. Sedikit beropini tentang hal ini, bagi saya pribadi, mungkin sebenarnya akan berbeda jawaban ketika saya berpendapat hari ini dengan kondisi saya belum menikah dan setelah menikah nanti, atau mungkin juga akan berbeda ketika  saya sudah mempunyai anak (menjadi ibu) dan belum.

Menurut saya, masing-masing dari kita (perempuan) berhak untuk memandang hal ini dari sudut pandangnya yang mungkin akan berbeda antara satu dengan yang lain. Dan yang perlu digaris bawahi adalah, bahwa tidak ada nilai salah dan benar yang mutlak, dan juga tidak ada siapa yang lebih baik dari siapa. Karena setiap kita (perempuan) itu istimewa dengan caranya masing-masing.

Saya setuju dengan perempuan yang bekerja selama mendapatkan izin dari suaminya, dan bagi saya pada prinsinya kerjanya seorang perempuan itu bukan untuk mencari nafkah karena bukan poin ini yang akan ditanyakan kepadanya nanti di kehidupan setelah mati, dan tentu dengan catatan bahwa kerjanya tidak melalaikan tanggung jawabnya sebagai ibu dan istri, yaitu mendidik anak dan merawat keluarganya. Bagi saya  perempuan bekerja untuk aktualisasi dirinya, berkarya dan menjadi ladang kebermanfaatan untuk sekitarnya bukan untuk mengungguli suami.

Akan berbeda mungkin ketika kondisi keluarganya jauh lebih membutuhkan kehadirannya, ya maka memilih menjadi ibu seutuhnya juga tidak salah untuk dilakukan. Dan sebaliknya, ibu rumah tangga yang kemudian harus menggantikan tugas suami karena beberapa alasan diluar keinginan dan kehendaknya. Karena sejatinya, kita tidak akan pernah mengetahui takdir seperti apa yang menanti kita di depan sana. Bekerja sendiri maksudnya bukan hanya kerja kantoran di luar rumah ya, banyak kok ibu-ibu yang tetap bisa ‘menghasilkan’ dari rumah, seperti menjalankan bisnis online, menjadi penulis lepas dan lain sebagainya.

Jika diteruskan perdebatan ini tentu tidak akan ada habisnya, jadi yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjadi perempuan yang bahagia, ya bahagia dengan dirinya sendiri dan peran yang sedang mereka jalani saat ini. Karena dari hati yang bahagia akan lahir ketulusan dalam berkarya. 

"Satu lagi, untuk perempuan-perempuan di seluruh dunia, tetaplah menjadi perempuan tangguh yang penuh cinta, yang tatapan matanya meneduhkan, yang pelukan dan pangkuannya menjadi tempat kembali yang selalu dirindukan"

Monday, 5 February 2018

Ngobrol Publik : Membangun Komunitas dan Organisasi Pendidikan yang Berdampak dan Berkelanjutan

Volunteer sepertinya sudah menjadi bagian dari gaya hidup ya sekarang. Anak-anak muda berlomba-lomba ikut berbagai kegiatan kerelawanan, mulai yang sosial, pendidikan, lingkungan dan bidang-bidang yang lain.  Jika dibilang ini adalah trend, atau latah, ikut-ikutan, mungkin ada benarnya. Sama kaya virus aja deh, pasti nular apalagi virus untuk berbuat kebaikan. As human being, fitrahnya kita memang akan do something good kan ya?

Jadi ingat, dulu pernah pas mau ikutan gabung jadi relawan di salah satu komunitas sosial yang fokus pada pendidikan anak jalanan, dibilang gini sama ketuanya “haha.. jadi volnteer lagi ngetrend kan ya sekarang? Banyak mahasiswa yang daftar sekarang. Ah semoga gak cuman ikut-ikutan trend aja ya?” Padahal dari jaman sma dan awal kuliah juga udah sering ikut kegiatan sosial, seperti Baksos, Turun Desa dl,  tapi mungkin emang belum booming ya karena belum ada sosial media.

But its oke kok, kalo ikut-ikutan nya berbuat kebaikan kenapa tidak? Makin banyak yang ikut kan makin bagus. Makin banyak yang sadar bahwa menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada bukan hanya tugas presiden, pemerintah atau DPR ,tetapi tugas kita bersama.  

Nah, kebetulan memang saya pribadi senang dengan dunia anak dan pendidikan, ya jadi kalau ikut kegiatan volunteer pasti tidak akan jauh dari bidang ini. Apalagi di tahun ini saya sudah memutuskan mantab untuk serius belajar di jalur pendidikan, baik sebagai hobi di akhir pekan, selingan, ataupun pekerjaan. Alhamdulillah. Sedikit melenceng dari gelar dan ilmu di kuliah ya, tapi tidak apa kan belajar tanpa batas hehe #pembelaan

Nah, hari kamis kemarin saya berkesempatan ikut acara Ngobrol Publik, dengan tema yang diangkat adalah “Membangun Komunitas dan Organisasi Pendidikan yang Berdampak dan Berkelanjutan” Ngobrol Publik adalah forum diskusi rutin yang bertujuan untuk berbagi pengalaman komunitas dan organisasi pendidikan. Sebagai moderator ada Ibu Najelaa Shihab (inisiator Pesta Pendidikan), Bapak Bukik Setiawan (Dosen Kampus Guru Cikal), Mas Aditya Dipta (Pendiri Indorelawan) dan perwakilan dari Sokola Rimba sebagai narasumbernya.

Masalah ini pasti dialami oleh semua organisasi sosial, tidak terkecuali bagi buku berkaki, tempat dimana saya menghabiskan sebagian besar waktu akhir pekan saya selama tiga tahun belakangan ini hehehe. Menurut para narasumber, ada 3 hal yang harus sama-sama kita perhatikan untuk membangun sebuah komunitas yang berdampak dan berkelanjutan. Dan yang perlu diingat kembali adalah bukan hanya sebagai pemuas ego pribadi tapi juga bisa membawa manfaat untuk ‘mereka’.  

      Pengelolaan organisasi yang kuat

Organisasi atau komunitas sosial biasanya berangkat dari Pertemanan.  Founder atau pendiri harus bisa meyakinkan teman-teman agar mau bergabung, biasanya 3 orang saja sudah cukup untuk memulai gerakan. Karena ini adalah gerakan sosial jadi tujuannya bukan untuk mendapatkan like, tidak ada peran yang terlalu kecil untuk dilakukan, jadi yang terpenting “Apakah misi sosial ini really worth my time?

Nah setelah berjalan, makan inisiator harus berusaha untuk menciptakan panggung, inisiator tidak memonopoli tapi berbagi  panggung dengan anggota yang lain, agar semua merasakan ikut berkontrbusi dalam gerakan ini. Dalam sebuah organisasi atau komunitas, peran founder atau pendiri adalah menjaga api atau jiwa dari gerakan tersebut agar tetap menyala. Dia yang telah memberanikan untuk melabeli diri sebagai founder berarti juga harus bisa merawat organisasi/komunitas tersebut seumur hidupnya, bagai anak sendiri. 

Untuk menciptakan organisasi yang berdampak dan berkelanjutan maka penggerak organisasi akan berusaha untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan harus didefinisikan dengan jelas agar strategi atau program kerja yang dilakukan sesuai dengan apa yang ingin dicapai. Selain dapat mendefinsikan tujuan organisasi dengan jelas, penggerak juga harus bisa mengukur tujuan trsebut. Apakah sudah tercapai atau belum?

Refleksi internal perlu, tapi sharing dengan komunitas atau organisasi lain yang sejenis juga perlu untuk mencari referensi penyelesaian masalah dan sama-sama belajar dari pengalaman masing-masing. Meningkatkan kemampuan organisasi, organisasi sebagai produsen pengetahuan bisa berupa postingan tentang kegiatan yang dilakukan, survey yang dilakuan sehingga menghasilkan data yang akan berguna untuk banyak orang. Untuk anggota atau relawannya dapat dilakukan tutorial/briefing.

      Karakteristik penerima manfaat

Pertanyaan klise yang sering terpikirkan adalah, apakah yang dilakukan oleh sebuah ‘gerakan’ ini sudah memberikan damak (manfaat) pada penerima manfaatnya? Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut, hal utama yang perlu digali dan dicari tahu oleh si empunya gerakan adalah bagaimana karakteristik dari penerima manfaat yang kita sasar ini. Jika kita tidak “kenal” bagaimana kita bisa tau masalah apa yang mereka hadapi dan apa yang mereka butuhkan, jika kita tidak tau apa yang dibutuhkan maka bagaimana kita bisa “membantu” mencarikan/memberikan bantuan (solusi) pada mereka.

Sehingga perlu adanya pelibatan penerima manfaat ini dalam proses menyepakati tujuan yang ingin dicapai, bagaimana teknis proses mencapainya dan evaluasi/perbaikan yang berkelanjutan. Jika hal tersebut dapat disepakati, maka baik gerakan maupun penerima manfaat akan saling bersinergi.
Selain itu tidak menutup kemungkinan apabila dalam perjalanannya, perkembangan organisasi akan menyesuaikan dengan perkembangan penerima manfaat, misal di sebuah rumah singgah awalnya hanya mengajarkan baca tulis kepada anak-anak pemulung di daerah tersebut, namun kemudian akan terus berkembang menyesuaikan kebutuhan anak-anak seperti pelatihan ketrampilan, leadership dll.

      Pengelolaan penerima


Selain berdampak, sebuah gerakan juga harus berkelanjutan. Evaluasi diri mutlak diperlukan agar gerakan ini berkelanjutan, tidak hanya sekedar numpang lewat saja. Evaluasi terkait proses mencapai tujuan dilakukan bersama dengan pengurus komunitas, volunteer yang terlibat, serta penerima manfaat misalnya pengurus rumah singgah, anak-anaknya, wali murid/orang tua siswa, dan pengurus daerah setempat. Mengevaluasi proses, apakah sesuai dengan tujuan yang telah disepakati, dirasakan manfaatnya atau tidak, perbaikan seperti apa yang diharapkan dll. Satu yan harus diingat oleh pengurus gerakan adalah jangan hanya memburu kepuasan (ego), tapi dengarkan masukan dari para penerima manfaat yang terlibat. Ukuran keberhasilan bukan pada hal-hal yang besar/’wah’ tetapi bagaimana agar apa yang dilakukan itu bisa berkelanjutan (konsisten) meskipun kecil. Evaluasi dan supervisi harus terus dilakukan untuk memastikan bahwa program yang dijalankan berdampak dan berkelanjutan bagi penerima manfaatnya. 

---
Nah, kira-kira itulah beberapa poin penting yang saya dapat dari diskusi ini. Semoga Bermanfaat :)






Tuesday, 9 January 2018

Alhamdulillah untuk 2017, Bismillah untuk 2018

Tulisan ini adalah renungan pribadi saya untuk tahun 2017 yang sudah terlewati, apa-apa saja yang sudah dicapai, sudah dilakukan selama 365 hari kemarin. Harusnya dipublish pas tahun baru kemarin ya, tapi tak apa sedikit terlambat. Semoga di tahun 2018 ini lebih konsisten dan komit buat nulis disini ya hehe (Bismillah)


Momen penting di Bulan Februari, Alhamdulillah Akhirnya Wisuda!



Pencapaian terbesar di tahun 2017 adalah Wisuda Sarjana di Bulan Februari 2017. Alhamdulillah, setelah penantian lebih dari 3 bulan dari tanggal kelulusan akhirnya bisa ketemu pake kebaya ketemu Pak Rektor. Hehe

Wisuda memang hanya sebuah acara seremonial dan pasca wisuda justru dunia yang sesungghnya. Tapi, punya foto wisuda buat dipajang di dinding rumah adalah impian utama guna menangkal pertanyaan-pertanyaan nyinyir dari netizen, eh tetangga maksudnya hehe 







Kedua :  Belajar Parenting, ilmu baru yang nagih! 



Dari dulu sebenarnya memang tertarik untuk belajar ilmu tentang hubungan antar manusia, salah satunya hubungan orang tua dan anak, atau biasa disebut parenting. Awalnya hanya iseng baca-baca artikel dari website, majalah, buku, blog dan instagram. Mulai rajin ngikutin akun-akun instagram yang isinya tentang, referensi buku anak, pola pengasuhan anak, penyiapan makanan untuk anak seperti blw dan berbagai menu mpsi juga tentang motessori. Untuk referensi buku anak, salah satu akun instagram favoritku adalah Rabbit Hole. Kagum dengan sosok mbak Devi Raissa yang punya Rabbit Hole, Perempuan hebat yang senantiasa berkarya untuk keluarga dan lingkungan sekitarnya, sama banget kaya Uni Ria Miranda. Idola banget lah mereka mah! Oya, saking sukanya sampe saya beli buku-buku nya (meskipun belum punya anak ya hehe) dan gak pernah ketinggalan baca artikelnya.  Salah satu buku favorit saya adalah LIBURAN TERBAIK

Setelah sbelumnya cuman berani ‘belajar’ secara tidak langsung, akhirnya Bulan November 2017 pertama kali memberanikan diri ikut seminar parenting yang diadakan oleh Hijup. Semua peseta ibu-ibu, ini calon ibu udah kelewat semangat. Hehe. Bagian paling berkesan dari kegiatan hari ini adalah, bisa bertemu dengan Ibu Najelaa Shihab,pendidik dan penulis buku Keluarga Kita. Buku yang keren dan rekomended banget untuk dibaca oleh orang tua. Next akan saya review yang buku tersebut. 


Selangkah lebih dekat dengan Uni Ria Miranda, hehe :)


Iya, itu loh Ria Miranda desainer "pastel" kesayangan yang cantik, anggun dan sangat menginspirasi. Lewat instagram dan blog Ria Miranda Diary aku mulai ngikutin uni sejak 2016, agak telat memang ya hehe. Dari dulu pengen banget punya koleksi dari uni, tapi rasanya masih terlalu 'mahal' hehe (maklum anak kost). 

Uni itu sosok perempuan (istri dan ibu) yang keren banget, bisa berkarya dan tetap bisa menjalankan kodratnya secara baik. Ibu yang berkarya dengan tetap memegang teguh prinsip dan nilai-nilai Islam. 
Dan setiap karyanya selalu punya makna dan pesan yang dalam, bukan hanya sekedar desain tapi juga value di dalam nya. 



Alhamdulillah, udah 2 kali menang kuis jadi bisa punya koleksi-koleksi dari Uni, plus kesempatan nonton runaway di RMTS (Ria Miranda Trunk Show) 2018. Eh yang ini belum kesampean, karena satu dan lain hal jadi gak bisa dateng :( Semoga tahun ini ada kesempatan lagi, Aamiin


Festival Dongeng Internasional Indonesia


November 2017, masih diberikan kesempatan untuk bersenang-senang bersama adik-adik acara yang keren ini. Cerita pengalaman saya membacakan Dongeng dapat dibaca di FDII 2017 ya, hehe


Teman Baru, 1000 Guru Tangerang Selatan   

Tahun ini Alhamdulilah kesampaian ikut salah satu acara 1000 Guru, Teaching and Giving Spesial Ulang Tahun 1000 Guru Tangsel yang ke-2. 


Mbolang, pengalaman 'pertama' 

Karena saya adalah tipikal anak rumahan yang merantau karena kepepet, haha. Alhasil, meskipun udah merantau bertahun-tahun tetep aja kerjaannya cuman stay at kost wkwk. Nah di tahun ini, Alhamdulillah ada peningkatan untuk level keberanian dan kenekatan untuk pergi ke tempat baru, masih di Indonesia sih ya semoga tahun 2018 bisa keluar negeri ya Aamiin.

Pertama, Ke Jogjakarta  sendiri naik KA khusus hanya untuk kondangan orang tersayang di Klaten. Nyampe di Jogjanya dengan selamat, nah giliran pulang segala ada drama ketinggalan kereta yang akhirnya harus naik bus ‘yang nggak baget” dari Jogja ke Tangerang

Kedua, bolak-balik ke Bandung (eh ke Cimahi ding) naik KA Argo Parahyangan. Ini juga seru, segala ada drama kepagian di stasiun, salah turun stasiun, salah kereta, ketinggalan kereta dll. Hahaha Lumayan lah ya latihan untuk survive kalo nanti ke luar negeri haha

Ketiga, Ke Surabaya demi si cinta. Ke surabayanya sih udah sering ya, yang pertama itu naik Pesawatnya haha. Ini norak ya? Yaudah begitu adanya, dari dulu paling takut bange kalo disuruh naik Pesawat terbang. Duh mikirnya udah aneh-aneh, segala takut ketinggian, takut ujan ada petiir lah,takut ilang di bandara dll. Haha sungguh drama. Tapi Alhamdulillah, bisa melalui 1,5 jam penerbangan dengan slamat, ya meskipun selama di pesawat gak bisa diem, segala doa dan bacaan dibaca hehe. Next semoga tidak senorak ini ya.


Bismillah, tempat belajar baru


Alhamdulillah, setelah satu tahun belajar di dunia baru, dunia kerja yang sesuai dengan bidang kuliah. Akhirnya, di tahun ini saya mengambil salah satu keputusan besar untuk karir kedepan nanti.
Masih ingat tentang tulisan saya yg Passion. Dan di penghujung tahun 2017, Allah mengabulkan doa-doa yang selama ini dipanjatkan, Allah memilihkan tempat baru untuk mencari rezeki dan belajar.Agak jauh memang dari jalur yang selama 4,5 tahun + 1 tahun ini saya tekuni. Tapi, bukankan ilmu itu luas dan belajar itu tanpa batas, bismillah semoga lebih berkah dan membawa manfaat untuk banyak orang .

---

Alhamdulillah untuk apa yang sudah tercapai di 2017, yang belum masih banyak :( Semoga 2018, menjadi tahun yang lebih baik. 365 hari yang akan datang semoga bisa menjadikan saya pribadi yang senantiasa belajar memerbaiki diri setiap harinya. Semoga resolusi bukan hanya resolusi semata, tapi komitmen dan istiqomah nya semoga tetap terjaga. hehe Aamiin